Jumat, 21 November 2008

SOAL DAN JAWABAN EVALUASI AKHIR SEMESTER DENGAN E-LEARNING

Evaluasi akhir semester Elearning untuk kelas 2 TKJ

1. Jelaskan prosedur Aktivasi sistem operasi dan Aktivasi Program Aplikasi !! (modul
mendiagnosis permaslahan PC)
2. Sebutkan pesan kesalahan POST pada salah satu BIOS!!! ( modul
mendiagnosis permaslahan PC)
3. Jelaskan proses Instalasi stadium 1 ( konfigurasi BIOS)!!
4. Jelaskan prosedul instalasi Jaringan beserta alat dan bahan yang diperlukan dalam instalasi
Jaringan!!
5. Buat Modul pembelajaran mata pelajaran selaian komputer !!!


JAWABAN :

1 a) Aktivasi sistem operasi prosedur nya sebagai berikut:

Sistem operasi yang digunakan dalam test ini adalah windows 98, prosedur yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :

• Menghidupkan PC.

• PC melakukan POST pada saat booting dan harus dapat dilewati.

• PC mulai mencari sistem operasi di media penyimpan dengan urutan prioritas berdasarkan setting BIOS, misal CDROM, HDD lalu Diskdrive.

• PC menjalankan Sistem Operasi yang didahullui dengan menjalankan file-file sistem yaitu MS Dos.sys, IO.sys, Himem.sys dan command com.

• Jika proses d) berhasil maka selanjutnya dijalankan config.sys dan autoexec.bat.

• Pengecekkan konfigurasi sistem windows yaitu file sistem.ini dan win.ini dan dijalankan.

• Pengecekkan adanya file stratup dan dijalankan.

• Pengecekkkan kondisi hardware melalui device manager.

• Pengecekkan kondisi Start Up menu dan fungsi-fungsi dasar sistem operasi yaitu mengkopi file, memindah file, mengganti nama file, membuat folder/direktori dan lain-lain.

• Pengecekkan prosedur shutdown.

b) Aktivasi program aplikasi prosedurnya sebagai berikut :

• Pengecekkan program aplikasi dengan menjalankan program dan menutup program.

• Pengecekkan fungsi-fungsi menu program aplikasi.

• Pengecekkan besarnya file-file program aplikasi, yaitu dibandingkan dengan master, terutama file-file eksekusi (file yang berekstensi EXE dan COM) dan file hasil program aplikasi misal dokumen dari Ms Word.

• Pengecekkan terhadap kecepatan mengakses program aplikasi dan data.


2. Pesan Kesalahan post (Power on Self-Test)
Kode Beep AMI BIOS

Gejala, Diagnosa, & Pesan/Peringatan Kesalahan
a) 1 beep pendek
DRAM gagal merefresh
b) 2 beep pendek
Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
c) 3 beep pendek
BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.
d) 4 beep pendek
Timer pada sistem gagal bekerja
e) 5 beep pendek
Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
f) 6 beep pendek
Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
g) 7 beep pendek
Video Mode error
h) 8 beep pendek
Tes memori VGA gagal
i) 9 beep pendek
Checksum error ROM BIOS bermasalah
j) 10 beep pendek
CMOS shutdown read/write mengalami errror
k) 11 beep pendek
Chache memori error
l) 1 beep panjang 3 beep pendek
Conventional/Extended memori rusak
m) 1 beep panjang 8 beep pendek
Tes tampilan gambar gagal

3. Proses Instalasi Stadium 1

• Restart komputer Anda, saat komputer Anda melakukan Start Up, klik tombol
Delete, F2 atau F8 pada keyboard tujuannya adalah untuk masuk ke sistem
BIOS (Basic Input dan Output System), komputer Anda.
• Setelah Anda masuk ke sistem BIOS (Basic Input dan Output System), pilih
menu Advanced BIOS Features. Satu hal yang harus Anda perhatikan untuk
pilihan Advanced BIOS Features ini belum tentu sama dengan merek-merek
bios yang lain, tapi pada prinsipnya sama saja yaitu tempat mengkonfigurasi
daripada hardware komputer termasuk konfigurasi boot system, kemudian
tekan tombol untuk lanjut ketahap berikutnya
• Setelah itu, pada opsi Boot Sequency Anda tekan tombol , kemudian
Anda pilih opsi 1st Boot Device nya menjadi CD-Rom. Kemudian buka
drive CD-Rom Anda dan masukkan CD Original Windows XP Propessional
ke dalam drive CD-Rom, kemudian Anda tekan tombol pada keyboard,
tujuannya adalah untuk menyimpan hasil setting-an Anda, selanjutnya tekan
tombol untuk keluar dari sistem BIOS dan restart dari sistem

4. Prosedur Instalasi Jaringan

a.Alat dan bahan
a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)
b) Kabel dan konektor
c) Cramping tools
d) Switch/Hub

b.Prosedur instalasi jaringan

1) Periksa semua kabel penghubung pada komputer.dan HUB.
2) Pasanglah konektor pada kabel UTP.
3) Hubungkan antara komputer-komputer yang ada (bisa langsung antar 2 komputer atau melalui HUB). Lihat kembali kegiatan belajar 2!
4) Hidupkan masing-masing komputer (dan juga hub) dengan menekan saklar pada komputer, jangan menghidupkan komputer dengan memasukkan colokan ke stop kontak ketika saklar dalam keadaan on.
5) Setelah booting windows selesai berikan nama komputer secara unik (identifikasi komputer dalam jaringan)!
6) Selanjutnya konfigurasikan NIC anda!
7) Lakukan penginstalan protocol jaringan!
8) Konfigurasikan TCP/IP anda!
9) Berikan IP Address pada komputer anda!
10) Ulangi Langkah 5-9 untuk setiap komputer yang ada pada jaringan!
11) Ujilah TCP/IP anda menggunakan instruksi ipconfig!
12) Ujilah koneksi komputer anda dengan jaringan dengan ping!
13) Cobalah lakukan komunikasi dengan komputer lain dalam satu jaringan!
14) Jika telah selesai, matikanlah komputer dengan benar!

5. Modul Kimia

I. Durasi Pembelajaran: 10 jam @ 45 menit
II. Kompetensi Dasar:Ø Membedakan Perubahan Kimia dan Perubahan Fisika
III. Materi Pokok1. Pengertian Materi2. Sifat-Sifat Materi3. Perubahan Materi
IV. Tujuan Pembelajaran:Siswa diharapkan mempunyai:
A. Sikap (Afektif)1. Hati-hati dalam menyimpan materi dalam bidang keahlian.2. Cermat dalam mengaitkan perubahan materi pada bidang keahlian.
B. Pengetahuan (Kognitif)1. Materi didefinisikan dengan benar2. Wujud materi dapat dibedakan dengan benar3. Sifat-sifat materi dapat diketahui dengan benar4. Perubahan materi dapat dibedakan dengan benar
C. Keterampilan ( Psikomotorik)1. Perubahan fisika dan kimia dapat dipraktekkan/didemonstrasikan dengan benar.
V. Rincian Kegiatan Belajar
VI. Petunjuk Belajar
I. MATERI DAN PERUBAHAN MATERI
1. Pengertian Materi
Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati sebuah ruang. Materi disebut juga dengan zat. Materi dapat berwujud :Gas, misalnya; udara, gas oksigen, gas karbondioksida, dan lain-lain.Cair, misalnya; air, minyak, bensin, alkohol, dan lain-lain.Padat, misalnya; batu, kayu, besi, dan lain-lain.Di alam semesta materi dapat mengalami perubahan wujud dari wujud yang satu ke wujud yang lainnya jika menerima atau melepaskan energi.
2. Sifat- Sifat Materi
Materi mempunyai dua sifat, yaitu:a. Sifat Fisika, adalah sifat meteri yang tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru. Sifat fisika meliputi :1. Sifat intensif, yaitu sifat fisika yang tidak bergantung pada jumlah dan ukuran zat.Misalnya; warna, bau , titik didih, dan lain-lain.2. Sifat Ekstensif, yaitu fisika yang bergantung pada jumlah dan ukuran zat.Misalnya; kelarutan, massa jenis, volume, dan lain-lainb. Sifat Kimia, adalah sifat materi yang berhubungan dengan pembentukan zat baru. Misalnya; kereaktifan , keterbakaran, kestabilan, dan lain-lain.
3. Perubahan Materi
Setiap materi akan mengalami perubahan. Perubahan materi meliputi:Perubahan fisika, yaitu perubahan materi yang tidak menghasilkan zat baru.Misalnya; lilin dipanaskan, batu es mencair, besi meleleh, dan lain-lain.
Pada umumnya perubahan fisika hanya mengalami perubahan wujud dan yang disertai dengan peerrubahan energi. Perubahan fisika terjadi karena materi memiliki sifat fisika.Perubahan kimia, yaitu perubahan materi yang menghasilkan zat baru.Misalnya; besi berkarat, kayu terbakar, buah menjadi busuk, dan lain-lain.
Dalam perubahan kimia tidak hanya mengalami perubahan wujud, juga mengalami perubahan zat tetapi tidak mengalami perubahan massa. Perubahan kimia terjadi karena materi mempunyai sifat-sfat kimia. Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia.Reaksi kimia yang terjadi pada suatu zat dapat diketahui berdasarkan tanda-tanda/gejala-gejala yang menyertai reaksi tersebut.
Gejala- gejala atau tanda-tanda yang menyertai reaksi kimia adalah sebagai berikut:1. Terjadi perubahan warna, misalnya; buah menjadi masak, besi berkarat, roti menjadi gosong, dan lain-lain.2. Terjadi perubahan suhu, misalnya; singkong menjadi tape, kedelai menjadi tempe, karbid disiram air, dan lain-lain.3. Terbentuk gas, misalnya; kertas dibakar, kompor menyala, karbid disiram air, sampah membusuk, dan lain-lain.4. Terbentuk endapan, misalnya; susu menjadi basi, minyak menjadi tengik, batu kapur disiram air, dan lain-lain.
Latihan SoalA. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!1. Apa yang dimaksud dengan materi/zat ?2. Mengapa materi dapat berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lainnya?3. Sebutkan contoh materi dalam bidang keahlian !4. Sebutkan 5 macam perubahan wujud beserta contohnya!5. Apa bedanya sifat fisika dan sifat kimia?6. Sebutkan 2 contoh sifat fisika suatu zat!7. Sebutkan 2 contoh sifat kimia suatu zat!8. Apa bedanya perubahan kimia dengan perubahan fisika? Berikan masing-masing 2 contoh!9. Mengapa materi dapat mengalami perubahan kimia? Jelaskan!10. Sebutkan gejala-gejala atau tanda-tanda yang menyertai reaksi kimia!
B. DISKUSIKAN
Udara termasuk salah satu contoh dari materi, karena udara memiliki massa dan dapat menempati rang. Bagaimana cara membuktikan bahwa udara mempunyai massa?
MODUL II KLASIFIKASI MATERI
Durasi Pemelajaran: 12 jam @ 45 menit
Kompetensi Dasar : Membedakan Unsur, Senyawa dan ,Campuran
Materi Pokok :
1.Unsur
2. Senyawa
3. Campuran
Tujuan Pemelajaran: Siswa diharapkan mempunyai:
A. Sikap (Afektif):
1. Obyektif dalam mengamati unsur, senyawa dan campuran dalam bidang keahlian.
2. Teliti dalama menentukan jenis unsur, senyawa dan campuran dalam bidang keahlian.
B. Pengetahuan (Kognitif):
1. Unsur, senyawa dan campuran didefinisikan dengan benar.
2. Unsur,senyawa dan campuran dibedakan dengan benar.
3. Lambang unsur dituliskan dengan benar.
4. Rumus senyawa ditulis dengan benar.
5. Nama senyawa disebutkan dengan benar.
6. Contoh unsur, senyawa dan larutan dalam bidang keahlian disebutkan dengan benar.
7. Cara pemisahan campuran diketahui dengan benar.
C. Keterampilan (Psikomotorik):
1. Unsur, senyawa dan campuran dalam bidang keahlian ditunjukkan dengan benar.
2. Sifat-sifat unsur ,senyawa dan campuran di bidang keahlian didemonstrasikan dengan benar. 3. Pemisahan campuran didemonstrasikan/dipraktekkan dengan benar.
II. KLASIFIKASI MATERI
Materi dikelompokkan menjadi dua ,yaitu:
1. Zat tunggal, meliputi:
a. Unsur
b. Senyawa
2. Campuran, meliputi:
a. Larutan
b. Dispersi koloidc. Suspensi
A. UNSUR
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana secara reaksi kimia biasa. Contoh: oksigen, hidrogen, besi, tembaga dan lain-lain.
1. Lambang Unsur
Penulisan unsur menggunakan lambang huruf yang disebut lambang unsur. Lambang unsur yang sekarang dipakai adalah lambang unsur yang menganut sistem Berzellius, dengan aturan sebagai berikut:
a. Lambang unsur yang ditulis dengan satu huruf ditulis dengan huruf kapital, berasal dari huruf depan nama unsur tersebut dalam bahasa latin. Misalnya:
Oksygen = O
Hydrogen = HNytrogen = NCarbon = CBoron = BFluor = FSulfur = S
Phosforus = P
Iodium = I
b. Lambang unsur yang ditulis dalam dua huruf , huruf pertama ditulis dengan huruf capital berasal dari huruf depan nama unsur tersebut dalam bahasa latin dan huruf kedua ditulis dengan huruf kecil berasal dari huruf berikutnya nama unsur tersebut.
Misalnya:
Natrium = Na
Calsium = Ca
Litium = Li
Magnesium = MgAluminium = Al
Ferrum = Fe
Zinkum = ZnCuprum = CuHelium = HeChlorium = Cl
c. Lambang unsur yang ditulis dalam tiga huruf, huruf pertama ditulis dalam huruf capital huruf kedua dan ketiga dalam huruf kecil berasal dari huruf depan dan huruf berikutnya nomor atom unsur tersebut dalam bahas latin.
Misalnya:
Unnil heksium = Unh
Unnil septiuim = Uns
Unnil oktium = Uno
Dan lain-lain
2. Penggolongan Unsur
Unsur digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu:
1. Unsur Logam, misalnya: Natrium (Na) Calsium (Ca) Magnesium (Mg) Tembaga (Cu) Emas (Au) Perak (Ag), dan lain-lain.Unsur-unsur logam mempunyai sifat antara lain:
a. Penghantar panas dan listrik yang baik
b. Mudah ditempac. Mudah mengalami oksidasi membentuk oksida logamd. Dapat membentuk ion positip / bersifat elektropositip.
2. Unsur Bukan Logam (Non-Logam), misalnya: Hidrogen(H) Karbon (C) Belerang (S) Helium (He) Nitrogen (N) Argon (Ar) Dan lain-lain.Unsur-unsur nonlogam mempunyai sifat antara lain:
a. Bersifat isolator
b. Getas dan tidak mudah ditempa
c. Pada umumnya mudah mengalami reaksi reduksi
d. Dapat membentuk ion negatip/bersifat elektronegatif.
3. Unsur Semilogam (Metaloid), misalnya: Silikon(Si) Germanium (Ge) Borron(B) Arsen (As) Tellium (Te), dan lain-lain.Unsur-unsur semilogam mempunyai sifat antara lain:
a. Bersifat semikonduktor
b. Bersifat amfoter atau dapat bereaksi dengan asam dan basa,c. Dapat membentuk ion positip dan negatip
B. SENYAWA
Senyawa adalah zat tunggal yang masih dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana secara reaksi kimia biasa. Senyawa merupakan gabungan dua atau lebih unsur yang berlainan jenis.
Misalnya:
Air merupakan gabungan antara unsur hidrogen dan oksigen.
Garam dapur merupakan gabungan antara unsur natrium dan khlor.
Asam cuka merupakan gabungan antara unsur karbon, hidrogen dan oksigen
Dan lain-lain.
1. Lambang Senyawa
Penulisan lambang senyawa merupakan gabungan dari lambang unsur-unsur yang menyususn senyawa tersebut.
Misalnya:
Air = H2O
Garam dapur= NaCl
Asam cuka = C2H4O2 atau CH3COOH atau HC2H3O2
Dan lain-lain.
C. CAMPURAN
Campuran adalah gabungan dua atau lebih zat tunggal yang tidak saling bereaksi dan masing-masing komponen masih mempertahankan sifat asalnya. Campuran meliputi:
1. Larutan, yaitu campuran yang bersifat homogen.
Misalnya; larutan gula, larutan cuka, larutan garam, dan lain-lain.
2. Dispersi koloid, yaitu campuran yang bersifat antara homogen dan hetrogen.
Misalnya; susu, asap, kabut, dan lain-lain.
3. Suspensi, yaitu campuran yang bersifat heterogen.
Misalnya; campuran air dan sabun, air teh, air kopi, dan lain-lain.
1. Kadar Zat Dalam Campuran
Kadar atau jumlah komponen-komponen dalam campuran dapat ditentukan dengan cara:
a. Persen Massa
Persen massa adalah perbandingan massa zat komponen dengan massa campuran.
Contoh soal:
Dalam 100 gram roti terdapat 5 garam gula. Berapa % kadar gula dalam roti tersebut?
Jawab:
Diketahui:Mass gula (komponen) = 5 gram
Mass roti (campuran) = 100 gram
Kadar gula = massa gula/massa larutan x 100 %
Kadar gula = 5/100 x 100 %
Kadar gula = 5 %
b. Persen volum
Persen volum adalah perbandingan volume zat komponen dengan volume campuran.
Contoh soal:
Berapa milliliter cuka murni yang terdapat dalam 200 ml larutan cuka 25% ?
Jawab:
Diketahui: Volume campuran (larutan cuka)=200 ml
Kadar cuka= 25 %
Volume cuka murni = kadar cuka x volume campuran
volume cuka murni = 25 % x 200 ml
volume cuka murni = 50 ml
c. Persen massa per volum
Persen massa per volum adalah perbandingan massa zat komponen dengan volume campuran.
Contoh soal:
Berapa gram garam dapur (NaCl) yang terdapat dalam 1 liter air laut jika diketahui kadar NaCl dalam air laut tersebut adalah 0,05 % (gr/ml)?
Jawab:
Diketahui:Volume campuran= 1 liter= 1000 mlKadar NaC l = 0,05 %Massa NaCl = kadar NaCl x Volume campuranMassa Nacl = 0,05 % x 1000 ml
massa NaCl = 0,5 gram
d. Bagian per sejuta (Bpj) atau Part per million (ppm)
Bagian per sejuta adalah perbandingan satu bagian zat komponen dengan satu juta bagian campuran.
Contoh soal:
Dalam suatu daerah kadar gas CO2 adalah 0,00012 %. Tentukan kadar gas tersebut dalam Bpj!
Jawab:
Diketahui:
1 % = 10.000
Bpj Kadar CO2 = 0,00012 %
Bpj Kadar CO2 = 0,00012 x 10.000 Bpj
Bpj Kadar CO2 = 1,2 Bpj
2. Pemisahan Komponen Dalam Campuran
Komponen-komponen dalam campuran dapat dipisahkan dengan cara:
a. Dekantasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara dituang secara langsung. Dekantasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspensi).
Contoh: Pemisahan campuran air dan pasir.
b. Filtrasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan mneggunakan filter (penyaring). Hasil filtrasi disebut filtrat sedangkan sisa filtrasi disebut residu atau ampas. Filtrasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang tidak saling larut.
Contoh: Pemisahan campuran air dan kopi.
c. Kristalisasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara mengkristalkan komponen tercampur dengan cara dipanaskan kemudian didinginkan. Kristalisai dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang saling larut.
Contoh : Pemisahan campuran air dan garam.
d. Sublimasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang mudah menyublim dengan cara penyubliman melalui pemanasan. Sublimasi dapat dilakukan untuk memisahkan komponen campuran yang mudah menyublim.
Contoh : Pemisahan campuran kotoran dalam kapur barus.
e. Destilasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih komponen campuran tersebut melalui pemanansan/pendidihan campuran. Destilasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat cair yang berbeda titik didihnya.
Contoh : Pemisahan campuran air dan alkohol.
f. Kromatografi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan peresapan pada medium resap/adsorben.
Contoh : Pemisahan campuran air dan tinta.
LATIHAN SOAL
A. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1. Materi dibedakan atau dikelompokkan menjadi dua,sebutkan !
2. Apa bedanya unsure dan senyawa?Jelaskan!
3. Sebutkan 3 contoh unsure logam!
4. Sebutkan 3 contoh senyawa yang banyak dipakai dalam bidang restoran/boga!
5. Sebutkan 3 macam campuran!
6. Sebutkan cara-cara pemisahan komponen-komponen dalam campuran!
7. Dalam 100 ml larutan asam cuka (asam asetat) terdapat cuka murni sebanyak 25 ml. Berapa persen kadar cuka dalam larutan tersebut?
8. Berapa gram garam dapur (Natrium khlorida) yang harus dilarutan untuk membuat 250 ml larutan garam 10 % ?
9. Dalam sample air limbah diketahui kadar logam Hg 0,2 Bpj. Berapa persen kadar logam Hg dalam air limbah tersebut?
10. Bagaimana cara memisahkan minyak dan air dalam campuran air dan minyak?Jelaskan!
B. Diskusikan !
Jika unsur Na dapat bergabung dengan unsur H dan O untuk membentuk senyawa, tuliskan rumus senyawa yang paling mungkin dapat dibentuk!

Selasa, 28 Oktober 2008

MERAKIT SENDIRI KOMPUTER

Komponen perakit komputer tersedia di pasaran dengan beragam pilihan kualitas dan harga. Dengan merakit sendiri komputer, kita dapat menentukan jenis komponen, kemampuan serta fasilitas dari komputer sesuai kebutuhan.
Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:
A. Persiapan
B. Perakitan
C. Pengujian
D. Penanganan Masalah



Persiapan
Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul.
Hal yang terkait dalam persiapan meliputi:
1. Penentuan Konfigurasi Komputer
2. Persiapan Kompunen dan perlengkapan
3. Pengamanan

Penentuan Konfigurasi Komputer
Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.
Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya. Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.
Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
• Komponen komputer
• Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
• Buku manual dan referensi dari komponen
• Alat bantu berupa obeng pipih dan philips
• Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.

Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.
Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.
Pengamanan
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.
Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
• Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
• Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.






Perakitan
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
1. Penyiapan motherboard
2. Memasang Prosessor
3. Memasang heatsink
4. Memasang Modul Memori
5. memasang Motherboard pada Casing
6. Memasang Power Supply
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
8. Memasang Drive
9. Memasang card Adapter
10. Penyelesaian Akhir


1. Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

2. Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.
Jenis socket
1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
4. Turunkan kembali tuas pengunci.

Jenis Slot
1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
3. Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.

3. Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.
Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.
Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

4. Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.
Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.
Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.


Jenis DIMM dan RIMM
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.



5. Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

6. Memasang Power Supply
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.


7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.



8. Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
9. Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

9. Memasang Card Adapter
Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya.
Cara memasang adapter:
1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
2. Pasang sekerup penahan card ke casing
3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

10. Penyelessaian Akhir
1. Pasang penutup casing dengan menggeser
2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
3. Pasang konektor monitor ke port video card.
4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

Pengujian
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/
3. LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung.